Selasa, 20 Maret 2012

Que Sera, Sera.. Whatever Will Be, Will Be..

Lagu Que Sera Sera pertama dipublikasikan pada tahun 1956 di film The Man Who Knew Too Much dari Alfred Hitchock. Dinyanyikan oleh Doris Day dan James Stewart. 
Info selanjutnya dapat anda lihat di wikipedia, di sini
Anda dapat menikmati lagu ini dinyanyikan pertama kali di sini 

Lirik:
When I was just a little girl
I asked my mother what will I be
Will I be pretty
Will I be rich
Here's what she said to me

Que sera sera
Whatever will be will be
The future's not ours to see
Que sera sera

When I was just a child in school
I asked my teacher what should I try
Should I paint pictures
Should I sing songs
This was her wise reply

Que sera sera
Whatever will be will be
The future's not ours to see
Que sera sera

When I grew up and fell in love
I asked my sweetheart what lies ahead
Will there be rainbows day after day
Here's what my sweetheart said

Que sera sera
Whatever will be will be
The future's not ours to see
Que sera sera

Que sera sera
Whatever will be will be
The future's not ours to see
Que sera sera

What will be, will be
Que sera sera...

Saya suka sekali lagu ini. Entah karena melodinya yang easy listening, atau karena liriknya yang crunchy dan dalem. Banyak yang terjadi pada lagu ini, banyak hal yang diceritakan. Pertama kali mendengar lagu ini dalam iklan Thai Life Insurance di salah satu TV swasta. Pada iklan tersebut, lagu ini dinyanyikan anak-anak luar biasa yang bernyanyi dengan penuh semangat sambil menatap ke arah ibu-ibu mereka. Tatapan mereka yang bersemangat, senyum yang tak henti. Ibu-ibu mereka menangis, bahkan mata saya ikut berkaca-kaca. Selalu saja seperti itu setiap iklan ini ditayangkan. 
Anda bisa menikmati aksi anak-anak luar biasa pada iklan Thai Life Insurance  itu di sini.

Yang saya tangkap dari lagu ini adalah, bahwa dulu kita pernah merasa akan menaklukan dunia. Meski kita tidak tahu bagaimana caranya. Ingatkah perasaan  senang kita di masa kecil ketika musim hujan tiba? Lalu bagaimana rasanya sekarang saat hujan di pagi hari membuat basah baju kerja kita, merusak lem di sepatu kerja yang menjaga kaki dan penampilan profesional kita?

Dulu kita adalah anak-anak yang bersemangat menjadi dewasa. Sekarang kita adalah dewasa yang ahli dalam berucap ‘seandainya’.

Anak-anak di luar sana. Jiwa mereka yang seperti telaga, rasanya kejernihannya tak akan lekang esok atau lusa. Anak-anak di luar sana, menghisap lem aibon tetap dengan keluguannya. Berjualan koran di lampu merah, menjajakan gorengan di sepanjang Margonda, membawa adik-adik bayi mereka meminta sedekah di bis kota, tetap dalam ketidaktahuannya. Anak-anak di luar sana yakin bahwa mereka hidup seribu tahun, tetap dengan ketidakpeduliannya. Bahkan di saat terburuk sekalipun, mereka anak-anak yang sejernih telaga. 

Arti dari Que Sera, Sera itu sendiri adalah Whatever will be, will be – Apa yang terjadi, terjadilah. Seringkali kita bertanya dalam diri atau orang terdekat, bagaimana masa depan kita? Apakah saya akan menjadi seorang yang sukses? Atau apapun yang menjadi impian. Apakah akan terjadi?

Apa yang harus dilakukan? Kalau saya, 
"Finish every day and be done with it. You have done what you could; some blunders and absurdities no doubt crept in; forget them as soon as you can. Tomorrow is a new day; you shall begin it serenely and with too high a spirit to be encumbered with your old nonsense."


4 komentar:

  1. Que sera sera...

    Whatever will be will be...

    BalasHapus
  2. terima kasih komennya, iya, apapun yg terjadi terjadilah.. ^^

    BalasHapus
  3. yup setuju..tugas kita adalah menyempurnakan ikhtiar

    BalasHapus
  4. iya Tom, kdg kita protes knapa bgini knapa bgitu, padahal Allah yg lebih tau apa yg trbaik buat kita.. yg menurut kita baik buat kita belum tentu baik buat kita, apa yg kita benci belum tentu jg ga baik buat kita.. ^^

    BalasHapus