Sabtu, 28 April 2012

stupidity

I know God won't give me anything I can't handle. 
I just wish He didn't trust me so much..

*sigh*

Jumat, 27 April 2012

mencoba


Engkau hanya akan menjadi sebesar yang kau pikirkan sebagai yang mungkin bagimu.

Pada detik engkau memutuskan bahwa sesuatu itu tidak mungkin bagimu, engkau akan mulai menampakkan keengganan untuk mencoba, dan anehnya engkau akan bergembira pada kemungkinan pertama akan adanya kegagalan.

Engkau akan jadinya bergembira membuktikan bahwa engkau gagal mencapai yang kau yakini sebagai tak mungkin.

Selalu yakinilah bahwa tugasmu adalah membuktikan bahwa banyak hal sebetulnya mungkin bagimu jika engkau mencoba.

Mario Teguh - 

Rabu, 25 April 2012

hari ini saya ulang tahun

“I'm selfish, impatient and a little insecure. I make mistakes, I am out of control and at times hard to handle. But if you can't handle me at my worst, then you sure as hell don't deserve me at my best.” 
― Marilyn Monroe

Horee.. hari ini Saya ultah yang ke-29! Ooopss.. maaf ya buka-bukaan umur, Saya bukan artis jadi nutupin umur ga berlaku buat Saya :p
Hari ini Saya ngado foto buat diri Saya sendiri, di-edit dulu tentunya. Saya share ya..

alter ego -dokumen pribadi-

Foto ini tidak berbeda dengan beberapa tahun yang lalu, tapi Saya menemukan nuansa yang berbeda dari diri Saya sendiri *ngarep* :p
Meski Saya juga ga ngerti apa nuansa yang berbeda itu. Tapi bener lho, foto ini Saya ambil dengan kerudung yang sama, gaya make kerudung yang sama, dan senyum yang sama!

ini Saya -dokumen pribadi-

Jumat, 20 April 2012

dear blank,

Dear Blank,
Saya turut prihatin dengan kegalauan Anda selama ini yang sibuk bersumpah-serapah atas Saya. Saya juga turut prihatin dengan keadaan hidup Anda yang jauh dari harapan (Anda). Saya mengerti betapa semua itu tidak menyenangkan, Saya mohon maaf kalau akhirnya Saya juga turut merasa muak atas attitude Anda yang sibuk menyakinkan orang lain untuk waspada terhadap Saya. Mohon maaf juga atas kelancangan Saya menertawakan semua manuver Anda yang bodoh dan kekanakan itu. Betapa menyedihkan kelihatannya. Lebih menyedihkan lagi orang-orang yang sibuk bergosip bersama Anda, merasa bahwa Anda patut dipuja sementara Saya pantasnya dihina. Lucu sekali ya berenang dalam sempitnya kehidupan Anda? Lucu sekali ya cara Anda menghabiskan waktu dan hidup yang cuma sekali ini? So sad..

konflik (bagian tiga)

Sudah baca artikel Saya sebelumnya di konflik (bagian pertama) dan konflik (bagian dua)belum? Kalau belum, sebaiknya Anda baca dulu supaya lebih afdol. Karena diperlukan pengetahuan mengenai konflik yang cukup sebelum membaca artikel yang ini #bo’ong :p
Saya tidak punya konsep untuk merumuskan tulisan-tulisan mengenai konflik ini. Seperti tulisan yang Anda baca sekarang, Saya hanya ingin mengobrol, mengalir saja ya..

Pada artikel Saya sebelumnya, Saya katakan bahwa konflik adalah konsekuensi logis dari interaksi manusia. Interaksi di sini dilakukan melalui komunikasi, bisa berupa verbal, atau non-verbal. Baik verbal maupun non-verbal, keduanya merupakan komunikasi yang sarat dengan tanda (sign). Apa itu komunikasi, lalu, apa itu sign? Jadi  Saya akan memulai dari sini, Saya jelaskan sedikit mengenai hal ini karena kebetulan komunikasi dan makna tanda (semiotika) adalah salah satu passion Saya.

Komunikasi merupakan hal yang esensial dalam kehidupan manusia untuk berinteraksi dengan sesama. Kehidupan akan terasa hampa, apabila tidak ada komunikasi atau interaksi dengan orang lain. Komunikasi dapat difungsikan sebagai sarana untuk mendapatkan, menyebarkan, dan menukar informasi. Dalam berkomunikasi minimal harus mengandung kesamaan makna antara dua pihak yang terlibat.
Dikatakan minimal, karena kegiatan komunikasi tidak hanya informatif, yakni agar orang lain mengerti dan tahu, tetapi juga persuasif, yaitu agar orang lain bersedia menerima suatu pemahaman atau keyakinan, melakukan suatu perbuatan atau kegiatan. (Effendy, 2001: 9)

Komunikasi memiliki sifat simbolik yang berupa tindakan yang dilakukan dengan lambang-lambang, studi mengenai tanda dan segala yang berhubungan dengannya termasuk; cara berfungsinya, hubungannya dengan tanda-tanda lain, kemudian pengirimannya dan penerimaannya oleh mereka yang menggunakannya dikenal dengan semiotika yaitu ilmu tentang tanda-tanda. (Kriyantono, 2006: 263)